Syariah

Kalau Anda meninggal, sudahkah…

Al Baqarah (QS 2:240.)
Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kamu dan meninggalkan isteri, hendaklah Berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), Maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma’ruf terhadap diri mereka. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

           sakit1    Sakit_yatim
An Nisaa (QS 4:9)
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.

Sahabat, di bulan suci Romadhon ini, mari kita mulai menerapkan prinsip-prinsip Syariah, terutama dalam hal keuangan. Negara Inggris saja – meski penduduknya mayoritas non Muslim – sudah menerapkan ekonomi syariah. Kita lebih patut – mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim – untuk menerapkan ekonomi syariah.

Kita patut bersyukur, lembaga keuangan syariah (bank dan asuransi) kian diminati masyarakat, kian tumbuh dan berkembang.

Bank Syariah.

Ada banyak bank yang bisa anda pilih. Sudah saatnya kita memilih bank bukan atas dasar undian yang ditawarkan bank tsb. Tapi, sejenak, pikirkanlah apakah bank itu memberikan keberkahan bagi kehidupan kita ? Kita tidak akan berdebat soal halal/haram bank konvensional. Tapi mari kita mulai menghidupkan semangat bersyariah dalam kehidupan kita masing-masing (tanpa mencela !) dengan membuka akun di bank syariah mana saja.

Bayangkan, alangkah menakjubkannya bila dimana-mana ada bank syariah, dengan pengunjung yang ramai.

Pengalaman saya memasuki salah satu bank syariah, baru masuk saja dibukakan pintunya oleh 2 orang satpam yang bersama mengucapkan Assalammualaikum, selamat datang…

Di teller pun disambut dengan ucapan Assalammualaikum, Pak/Bu…. Selesai dari teller juga mendapat ucapan salam, juga saat keluar bank 2 satpam tadi  mengucapkan salam juga. Tak itung, 6 kali mendapat ucapan Assalammualaikum.

Alhamdulillah. Beda kan, dengan kalo kita ke bank konvensional ? Dapat salam 6 kali lebih berarti dari pada berharap dapat undian (gak pernah dapet pula).  

Memang, memulai tidak mudah. Tetapi bukan berarti TIDAK BISA kan?!

Asuransi Syariah

Asuransi Syariah kian diminati oleh masyarakat (tidak hanya Muslim).  Pemahaman gampang Asuransi Syariah adalah dana kumpulan untuk mengatasi biaya atas musibah pesertanya (meninggal, kecelakaan dan sakit). Jadi, semangat gotong royong menolong sesamanya.

Sebenarnya di masyarakat sudah diterapkan ‘asuransi syariah’. Misalnya iuran RT, yang dihimpun untuk mengatasi kebutuhan bersama warga, termasuk santunan bagi warga yang meninggal.

Dalam asuransi syariah juga demikian. Premi atau iuran peserta yang terkumpul – disebut dana tabarru’ (hibah) - digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena musibah (opname, kecelakaan dan meninggal). Dana kumpulan ini statusnya milik peserta. Perusahaan asuransi hanyalah bertindak sebagai pengelola dana hibah tsb, karenanya mendapat ‘imbalan’ atas jasanya itu.

Dalam pengelolaanya, Asuransi syariah dibawah pengawasan Dewan Syariah Nasional (MUI).   Jadi, tidak perlu khawatir  atas halal tidaknya asuransi syariah. Fatwa DSN/MUI tentang produk syariah bisa dilihat di situs MUI atau di bawah ini :

Fatwa MUI No.21. Pedoman Asuransi Syariah
Fatwa MUI No.52. Wakalah bil ujrah
Fatwa MUI No.53. Akad Tabarru Asuransi Syariah

Saat ini Asuransi syariah yang sangat diminat adalah unit link syariah, yang dikenal dengan  tabungan pendidikan syariah dan dana pensiun syariah.

Dana Pensiun Syariah

Kalau anda hendak menyiapkan dana pensiun, sebaiknya yang syariah. Ada banyak pilihan, baik yang berupa tabungan, investasi atau yang dilengkapi asuransi. Apapun pilihannya, pastikan yang syariah.

Khusus dana pensiun yang berbasis Asuransi syariah, anda tidak perlu ragu lagi. Lihat Fatwa MUI di atas. Lagipula, asuransi adalah jaminan bahwa rencana anda akan terwujud, meski musibah terjadi.

Kalau anda mengabaikan asuransi dalam perencanaan dana pensiun, itu hak anda. Tapi coba hayati makna dua ayat Al Quran di atas. Saya pasang di awal bukan sebagai hiasan / pemanis posting ini. Itulah inti yang ingin saya sampaikan.

Kalau Anda meninggal, sudahkah ada dana yang menjamin kebutuhan keluarga selama setahun ke depan ? (Al Baqarah (QS 2:240.). Atau Anda tidak takut kepada Allah bila meninggalkan anak yatim yang lemah (secara ekonomi), lalu jadi anak yatim yang miskin yang akhirnya jatuh pula akidahnya karena ditukar dengan sesuap nasi ? Lihat An Nisaa (QS 4:9) dan renungkan.

Asuransi syariah adalah wujud gotong royong umat Islam. Bukankah umat Islam itu bersaudara, bagaikan satu tubuh, bila satu bagian tubuh sakit seluruh tubuh merasakannya? Bila menanggung biaya berobat di Rumah sakit sendirian adalah berat, maka gotong royong adalah pilihan terbaik. Mungkin anda mampu menanggung biaya berobat di RS swasta kelas VVIP. Tapi, ketahuilah, banyak saudara kita untuk berobat di RS kelas III saja tertatih-tatih. Bebannya dobel, yakni karena sakit yang dideritanya dan karena memikirkan biayanya.

Jadi, janganlah egois. Memikirkan pensiun sebatas kebutuhan diri sendiri kalau pensiun nanti. Pikirkan pula kelanjutan kehidupan keluarga anda. Jikalau Anda Meninggal tanpa menyiapkan dana warisan untuk keluarga, bagaimana nasib mereka sesudahnya? Pikirkan pula perlukah umat ini bergotong royong secara ekonomi?

Bagaimana mendisain dana pensiun yang tidak egois  dan sesuai syariah? Pada dasarnya sama dengan yang saya uraikan pada halaman depan (Dana Pensiun).  Kalau anda ingin contoh/ilustrasinya, silahkan tuliskan nama, usia, email anda (no hp juga boleh). InsyaAllah saya kirim ilustrasinya.

Baik, selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf kalau tulisan ini blak-blakan. Tapi, memang benar demikian kan ?   :-)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>